Jum'at, 19 Oktober 2007
PENGOLAHAN SELOKAN GREY WATER DALAM ECOTECH GARDEN
Oleh
Ratna Hidayat
Anggota HATHI Cab. Bandung
Apa Grey Water ?
Grey Water adalah limbah rumah tangga non kakus yaitu buangan yang berasal dari kamar mandi, dapur yang mengandung sisa makanan dan tempat cuci. Saat ini grey water hampir dari semua kompleks perumahan di Indonesia dibuang langsung ke selokan tanpa diolah terlebih dahulu. Sedangkan black water (bersumber dari WC, berupa tinja/kotoran manusia) biasanya diolah dalam tangki septik. |
Grey water mengandung zat pencemar antara lain Unsur N (Amonium, Nitrat, Nitrit, Organik N), Unsur P (Phospat), BOD (Biochemical Oxygen Demand), Zat Organik Detergen, dsb. Kadar zat pencemar tersebut tinggi, sehingga dengan proses dekomposisi timbul bau tidak sedap ke lingkungan, juga bisa mencemari air tanah disekitarnya.
Mekanisme Penyerapan Zat Pencemar pada Ecotech Garden
Pada Ecotech Garden, terjadi mekanisme penyerapan unsur pencemar (BOD, COD, Detergen, SS) oleh zone akar, selain itu juga terjadi proses absorbsi (N dan P) yang berfungsi untuk pertumbuhan tanaman.
Peluang Penerapan Ecotech Garden
Ecotech Garden berpeluang untuk diterapkan, karena saat ini pengolahan air limbah domestik di Indonesia dengan system pengolahan pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Domestik terpusat masih terbatas, sehingga sebagian besar permukiman perkotaan membuang grey water langsung ke selokan tanpa diolah, sedang black water diolah ditangki septik rumah tangga atau dibuang langsung ke sungai.
Ecotech Garden di Kompleks Perumahan Bumi Asri Padasuka
Ecotech Garden telah dibuat pada tahun 2005 di Kompleks Perumahan Bumi Asri Padasuka Bandung dengan memanfaatkan selokan terbuka grey water yang dialirkan ke halaman rumah. Ecotech Garden dibentuk model U dengan luas permukaan 2,06 m2, debit 0,07 L/dt. Tujuan pembuatan Ecotech Garden adalah mengolah selokan grey water sekaligus membuat kesan dekoratif dalam bentuk taman hias di halaman rumah.
Kinerja Ecotech Garden
Kinerja Ecotech Garden dapat diketahui dengan mengukur penurunan zat pencemar, hasilnya untuk BOD 57%, COD 59%, Total N 28%, Total P 2%, Deterjen (MBAS) 39% dan SS 46% (debit pengolahan 0,070 L/sec).
Biaya Pembuatan Ecotech Garden di Bumi Asri Padasuka
Biaya pembuatan Ecotech Garden untuk debit pengolahan (Q) sebesar 0,07 L/dt, adalah Rp. 300.000,- terdiri dari biaya 40% tanaman hias dan 60% ongkos galian dan bahan. Selain itu Ecotech Garden relative tidak perlu biaya operasi karena aliran secara gravitasi.
Keuntungan Ecotech Garden
Keuntungan penerapan Ecotech Garden: (a). Estetika meningkat; (b). Beban BOD, Total-N dan Total-P yang terbuang ke sungai menurun; (c). Tambahan pendapatan dari penjualan bibit bunga kurang lebih Rp. 219.000,- per tahun, walau harga cenderung menurun apabila ada jenis tanaman hias baru. Diharapakan Ecotech Garden dapat diterapkan dalam skala lapangan lebih luas untuk kelestarian kualitas sumber air (sungai, waduk atau danau).